info-sulawesi

Atase Agama Kedubes Arab Saudi Tekankan Kepemimpinan Berbasis Amanah dan Itqan di Ramadhan Leadership Camp Sulsel

Selasa, 24 Februari 2026 | 12:22 WIB
Kepala Atase Agama Kedutaan Besar Kerajaan Arab Saudi, Sheikh Ahmed bin Essa Al-Hazmi membawa materi di Ramadan Leadership Camp Sulsel.

Menurut Sheikh Ahmed, seorang pemimpin maupun pegawai tidak cukup hanya menjalankan aktivitas kerja secara formal. Pekerjaan harus dilandasi kecintaan terhadap tugas, keikhlasan, serta itqan—yakni bekerja dengan kualitas terbaik, lengkap, dan sempurna.

Ia menjelaskan bahwa dalam Islam, pekerjaan yang dilakukan dengan ikhlas akan menghasilkan dua hal sekaligus, yakni al-ujrah (upah atau gaji di dunia) dan al-ajr (pahala dari Allah). Karena itu, orientasi kerja seorang Muslim seharusnya tidak semata-mata material, tetapi juga memberi manfaat bagi orang lain.

Dalam sesi tersebut, Sheikh Ahmed menyoroti dua kelompok utama dalam dunia kerja, yakni pemimpin dan pegawai.

Baca Juga: Resmi Di-Blacklist! Menkeu Purbaya Tutup Pintu Karier Pemerintahan bagi Awardee LPDP Tyas dan Suami

Bagi pemimpin, ia menekankan tiga kewajiban utama. Pertama, berlaku amanah dan adil terhadap seluruh pegawai. Kedua, memberikan motivasi (at-tahfiz), penghargaan, dan dorongan agar pegawai mampu bekerja secara optimal. Ketiga, meneladani akhlak Rasulullah SAW dalam memimpin—tidak bersikap kasar, namun juga tidak terlalu longgar, sehingga tercipta keseimbangan dalam organisasi.

Selain itu, seorang pemimpin dituntut untuk menjauhi sikap zalim serta senantiasa hadir secara hati dan pikiran dalam setiap urusan, baik besar maupun kecil, demi menunaikan amanah yang diemban.

Baca Juga: Resmi Dibuka! Event 'Andalan Ngabuburit' Jadi Pusat Kuliner Ramadan Makassar, Dorong UMKM Naik Kelas

Sementara bagi pegawai, Sheikh Ahmed menegaskan pentingnya ketaatan kepada atasan dalam koridor syariat, menjaga amanah dalam setiap tugas, serta bertanggung jawab atas seluruh fasilitas dan waktu kerja yang dipercayakan.

“Setiap amanah akan ada hisabnya. Bahkan hal-hal kecil dalam pekerjaan akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah,” ujarnya.

Ia juga mendorong pegawai untuk memiliki target, inovasi, dan kontribusi nyata di bidang masing-masing, serta menjunjung tinggi akhlak mulia dalam pelayanan, tanpa membedakan latar belakang masyarakat yang dilayani.

Baca Juga: Gaya 'Tiger Woods'! Viral Warga Yogyakarta Lumpuhkan Maling Gas Melon Pakai Stik Golf, Netizen: Cerdas Tunggu Bukti

Menutup pemaparannya, Sheikh Ahmed menegaskan bahwa nilai-nilai yang disampaikan merupakan akhlak dasar seorang Muslim dalam bekerja, yang relevan diterapkan oleh siapa pun yang mengemban amanah, khususnya dalam kepemimpinan dan pelayanan publik.

“Apa yang saya sampaikan adalah akhlak Muslim yang dibutuhkan oleh setiap orang yang bekerja dan memikul tanggung jawab,” pungkasnya.(*)

Halaman:

Tags

Terkini