info-sulawesi

Sebulan Berjalan, Batik Bulukumba dari Desa Topanda Tarik Perhatian Bank Indonesia

Sabtu, 17 Januari 2026 | 12:14 WIB
Pihak Bank Indonesia mengecek pembuatan batik Bulukumba di Desa Topanda.

Mereka bercita-cita memproduksi batik secara massal, sekaligus menjadikannya sumber penghasilan berkelanjutan.

Tak lama kemudian, rombongan Bank Indonesia Sulawesi Selatan tiba. Dipimpin Kepala Grup Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan, Wahyu Purnama A, bersama sejumlah jajaran, menyaksikan langsung proses produksi batik.

Mulai dari menyiapkan kain, memanaskan lilin tinta, mencetak motif, hingga melihat kain-kain yang telah selesai.

Baca Juga: PAD Bulukumba Naik Peringkat, BI Ingatkan ASN Jadi Motor Transaksi Digital

Kunjungan itu memang singkat, tak sampai satu jam. Namun bagi Andi Mawar dan kelompoknya, maknanya jauh lebih besar karena menjadi motivasi dalam bekerja.

Wahyu Purnama dalam diskusinya dengan para pembatik meminta untuk menambah corak lainnya sehingga lebih beragam. Ia berharap secara perlahan kelompok Batik Mawar ini lebih produktif.

"Tentu lebih awal corak harus lebih beragam lagi. Seiring dengan jumlah produksi yang meningkat pemasarannya tidak hanya di Bulukumba, tapi juga sudah keluar kabupaten," pinta Wahyu Purnama.

Baca Juga: Hasil Drawing AFF 2026 Bebaskan Timnas Indonesia dari Grup Neraka, John Herdman Dituntut Persembahkan Gelar Juara

Didampingi Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Bulukumba, Kepala Caban Bank Sulselbar, perwakilan Dekranasda, serta TP-PKK Bulukumba, momen tersebut menjadi pengakuan bahwa usaha kecil dari desa pun layak mendapat perhatian.

Kepala Disdagrin Bulukumba, Alfian Mallihungan menyampaikan bahwa kedatangan Bank Indonesia bertujuan melihat langsung potensi pengembangan UMKM, khususnya pembatik di Bulukumba.

“Harapan kita, ke depan bisa terjalin kerja sama untuk mengembangkan batik Bulukumba agar semakin dikenal dan berdaya saing,” ujarnya.

Baca Juga: Komisi III DPRD Bulukumba Soroti Parkir Pasar Sentral, Rekomendasikan Aturan Lebih Tegas

Kunjungan ini petinggi Bank Indonesia ini menjadi motivasi tersendiri bagi para pembatik Bulukumba yang sebelumnya juga telah memproduksi kain atau sarung pantai.

Dari Desa Topanda, Andi Mawar dan para ibu pembatik sedang menenun harapan, satu demi satu, pada setiap helai kain batik Bulukumba.(*)

Halaman:

Tags

Terkini