Sulawesinetwork.com - Sejak pagi, rumah produksi sederhana di Desa Topanda, Kecamatan Rilau Ale, tampak berbeda dari hari-hari biasanya.
Andi Mawar bersama anggota kelompok pembatik Bunga Mawar sudah berpakaian rapi.
Hari itu, tamu penting dijadwalkan berkunjung, pejabat Bank Indonesia.
Wajah Andi Mawar dan para ibu anggota kelompoknya tampak berseri-seri. Ada rasa gugup, tapi lebih banyak harap. Kunjungan tersebut menjadi kesempatan langka untuk memperlihatkan potensi batik yang baru mereka rintis, namun telah tumbuh dengan penuh semangat.
Baca Juga: Meski Piala AFF 2026 Bukan Agenda FIFA, Rizky Ridho Janjikan Punggawa Timnas Indonesia Rengkuh Juara
“Produksi batik ini baru sekitar sebulan berjalan,” tutur Andi Mawar sambil sesekali mengelus kain-kain batik hasil produksinya, Kamis 15 Januari 2025.
Awal mula semuanya terjadi pada Desember 2025. Saat itu, Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Bulukumba yang dipimpin Andi Herfida Muchtar menghadirkan pembatik langsung dari Yogyakarta.
Dari situlah Andi Mawar dan kelompoknya belajar dari nol mengenal kain, lilin, canting, hingga teknik mencetak motif.
Baca Juga: Gubernur Sulsel Serahkan Dua Unit Kapal 15 GT untuk Nelayan di PPI Lonrae Bone
Kini, hasilnya sudah mulai nampak. Puluhan kain batik telah diproduksi, mulai dari sarung hingga bahan kemeja.
Coraknya khas Bulukumba, gambar perahu Pinisi yang gagah, nuansa adat Kajang yang sakral, tarian tradisional yang dinamis, hingga tagline We Love Bulukumba.
Semua bahan memang masih didatangkan dari Yogyakarta mulai dari kain, cetakan motif, kuas batik, hingga tinta dan lilin. Namun ruh karyanya lahir dari Bulukumba, lahir dari tangan tangan perempuan Bulukumba.
Baca Juga: Pemprov Sulsel Salurkan Bantuan untuk Korban Angin Puting Beliung di Pangkep
“Untuk satu lembar kain ukuran dua kali satu meter, butuh waktu dua hari penuh menyelesaikan,” jelas Andi Mawar.
Meski demikian, semangatnya tak surut. Saat ini, sekitar 30 ibu-ibu produktif dari berbagai desa di Kecamatan Rilau Ale tergabung dalam Kelompok Membatik Bunga Mawar.