Sulawesinetwork.com – Suasana Cafe Pejalan Jalan mendadak penuh energi positif pada Senin (29/12) sore.
Bukan sekadar nongkrong biasa, Karang Taruna Kabupaten Barru mengumpulkan para penggerak muda untuk berdiskusi santai namun berisi dalam "Dialog Akhir Tahun".
Topiknya krusial yaitu bagaimana anak muda bisa satu frekuensi dengan kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban di Barru.
Baca Juga: Kebangkitan Bawang Merah Lokana: Bantaeng Targetkan Jadi Kiblat Benih Nasional Berbasis Teknologi
Kapolres Barru, AKBP Ananda Fauzi Harahap, yang hadir langsung di tengah-tengah pemuda, menitipkan pesan penting bahwa polisi tidak bisa bekerja sendiri.
Menurutnya, anak muda adalah mata dan telinga yang paling efektif untuk menjaga lingkungan tetap kondusif.
Sementara itu, Ir. Muhammad Yulianto Badwi (Ketua MPKT Barru) mengingatkan agar anak muda tidak melupakan akarnya.
Baca Juga: Peringatan HKG PKK ke-53: TP PKK Barru Jadi Kekuatan Utama Pembangunan dan Penanganan Stunting
Ia membawa semangat Mappadeceng—sebuah prinsip kearifan lokal untuk selalu membawa kebaikan dalam setiap langkah.
"Kritik itu perlu, tapi harus yang membangun dan kasih solusi," tantangnya di hadapan peserta dari berbagai organisasi seperti Pemuda Pancasila hingga Ansor dan Muhammadiyah.
Tak ketinggalan, Dr. Kasmiah Ali memberikan "sentilan" soal jempol di media sosial.
Ia mengajak pemuda Barru jadi trendsetter konten positif, bukan malah jadi penyebar hoaks yang bikin gaduh.
Dialog ini membuktikan bahwa dari meja kafe, ide-ide besar untuk Barru yang lebih aman bisa lahir.(*)