Seluruh hadirin heran melihat burung kakak tua terbang membawa ikatan padi, sementara padi pada saat itu tidak bisa tumbuh karena terjadi musim panceklik.
Arung Bila kemudian memerintahkan untuk menghalau burung tersebut dan mengikuti kemana terbangnya.
Baca Juga: 202 JCH Bantaeng Dilepas, Pemkab Bantaeng Ingatkan Fungsi Mulia Jemaah Haji
Burung kakak tua tersebut akhirnya sampai di wilayah Sekkanyili dan di tempat inilah ditemukan seseorang berpakaian indah sementara duduk diatas batu.
Inilah asal-usul mengapa lambang Kabupaten Soppeng menggunakan burung kakak tua.
Orang ini tidak diketahui asal-usulnya, para pemuka masyarakat yang melihatnya kemudian menduga bahwa orang itu adalah To Manurung, yaitu titisan dewatae yang diturunkan dari lagit untuk menjadi pemimpin.
Baca Juga: Jangan Asal! Perhatikan Urutan Cara Mandi dan Membasuh Tubuh Sebelum Puasa Dzulhijjah 1444 H
Masyarakat kemudian memberinya nama Latemmamala yang bergelar Manurungnge ri Sekkanyili.
Masyarakat Soppeng kemudian meminta Latemmamala untuk menjadi pemimpin atau raja mereka.
Permohonan tersebut diterima oleh Latemmamala dengan sebuah ikrar atau perjanjian dengan masyarakat Soppeng.
Baca Juga: Hadapi Timnas Indonesia, Scaloni Turunkan Pemain Lapis Dua Timnas Argentina
Dengan mengangkat Sumpah di atas Batu yang di beri nama Lamung Patue sambil memegang segenggam padi, Latemmamala mengucapkan kalimat yang artinya, “isi padi tak akan masuk melalui kerongkongan saya bila berlaku curang dalam melakukan Pemerintahan selaku Datu Soppeng.”
Demikianlah komitmen yang lahir antara Latemmamala dengan rakyat Soppeng, dan saat itulah Latemmamala menerima pengangkatan dengan gelar Datu Soppeng yang pertama, sekaligus sebagai awal terbentuknya Kerajaan Soppeng.
Berdasarkan seminar penentuan hari jadi Soppeng yang dilaksanakan pada tanggal 11 Maret 2000, yang dihadiri oleh para pakar Sejarawan, Budayawan, serta berbagai unsur masyarakat, disepakati bahwa hari Jadi Soppeng dimulai sejak Pemerintahan Manurungnge Ri Sekkanyili atau Latemmamala tahun 1261, berdasarkan perhitungan dengan menggunakan perhitungan mundur atau backward counting.
Baca Juga: Heboh! Marah Pacarnya Ditelpon, Gadis 13 Tahun Aniaya Dua Temannya
Artikel Terkait
'Tau Kalumannyang Lino Akhirat', Berasal Dari Singkatan Nama Kabupaten Takalar di Sulawesi Selatan
Pangkajeʼneʼ siagang Liuʼ-liukang! Asal Muasal Nama Kabupaten Pangkep di Sulawesi Selatan
'Cedaya' Inilah Asal Usul Nama Kabupaten Selayar di Sulawesi Selatan
'Kessi' Inilah Sejarah Asal Mula Nama Kabupaten Bone di Sulawesi Selatan
'Aju Berru', Ternyata Nama Kabupaten Barru di Sulawesi Selatan Terinspirasi Dari Kayu
'Bantayan' Terinspirasi dari Pembantaian Hewan, Awal Mula Nama Kabupaten Bantaeng di Sulawesi Selatan
'Sanjai' atau 'Sijai', Versi Asal Mula Penamaan Kabupaten Sinjai Menurut Sejarawan di Sulawesi Selatan
Ternyata Ini Asal-Usul Nama Kabupaten Maros di Sulawesi Selatan, Dulu Awalnya Diambil dari Kata 'Marusu'
Asal Nama Kabupaten Wajo Kota Sutera di Sulawesi Selatan yang Terbentuk Dari 'Bayangan'