“Kalau hanya diantar ke rumah, belum tentu dimakan oleh anak yang membutuhkan. Karena itu kami memastikan mereka datang langsung sehingga konsumsi makanan bergizi bisa dipantau,” jelasnya.
Dalam kesempatan itu, Andi Herfida juga memperkenalkan potensi Kabupaten Bulukumba, mulai dari sektor pariwisata, budaya hingga ekonomi kreatif.
Ia menyampaikan bahwa Bulukumba memiliki garis pantai sepanjang kurang lebih 128 kilometer dengan destinasi unggulan Pantai Tanjung Bira yang telah dikenal hingga mancanegara.
Baca Juga: Lantik Pengurus PMI Bulukumba, Adnan Purichta: Dari Dulu Pak Bupati Miliki Jiwa Kemanusiaan
“Kalau saya bercerita tentang Pantai Bira tentu semuanya bagus. Bahkan baru-baru ini Pantai Bira menjadi lokasi syuting film terbaru yang diproduksi Baim Wong. Tentu tidak mudah sebuah lokasi dipilih untuk produksi film, sehingga ini menjadi kebanggaan bagi kami,” katanya.
Selain wisata bahari, Bulukumba juga memiliki Pulau Liukang Loe yang dikenal sebagai habitat penyu serta kekayaan budaya masyarakat adat Kajang yang hingga kini tetap mempertahankan tradisi dan kearifan lokalnya.
Di bidang ekonomi kreatif, Ketua TP PKK Bulukumba memperkenalkan kain tenun khas Bulukumba, seperti Tenun Bira dan Tenun Kajang, sebagai produk unggulan yang terus dikembangkan bersama Dekranasda.
Ia juga memaparkan berbagai program ketahanan pangan yang menjadi prioritas Pemerintah Kabupaten Bulukumba di bawah kepemimpinan Bupati H. Andi Muchtar Ali Yusuf. Salah satunya adalah inovasi TP PKK Bulukumba melalui GEMOI (Gerakan Menanam Lombok Nikmati Hasilnya) yang mendorong masyarakat memanfaatkan pekarangan rumah untuk menanam cabai sebagai upaya menjaga ketahanan pangan sekaligus mengendalikan inflasi.
Sementara itu, Ketua TP PKK Kabupaten Malang, Hj. Anis Zaidah Sanusi, menyampaikan apresiasi atas kunjungan TP PKK Kabupaten Bulukumba yang dinilai menjadi ruang strategis untuk memperkuat kerja sama antar daerah.
Ia memperkenalkan berbagai program unggulan Kabupaten Malang, di antaranya pemanfaatan pekarangan melalui Kebun B2SA, Kebun Gizi, Kebun Asmantosur Lestari, digitalisasi administrasi melalui E-PKK, hingga pemberdayaan UMKM melalui Dekranasda dan program GELARI PELANGI.
Baca Juga: Perkuat Layanan Kesehatan Jiwa, Bulukumba Canangkan Gerakan Stop Pasung dan ODGJ Terlantar
Menurutnya, Kabupaten Malang juga membuka peluang kolaborasi dengan Kabupaten Bulukumba pada berbagai sektor, mulai dari pengembangan ekonomi kreatif dan UMKM, inovasi pangan untuk percepatan penurunan stunting, hingga pengembangan pariwisata berbasis komunitas.
“Kami memandang studi tiru ini sebagai gerbang awal untuk membangun kolaborasi yang lebih erat dan berkelanjutan antara Kabupaten Malang dan Kabupaten Bulukumba. Semoga berbagai praktik baik yang kita miliki dapat saling menguatkan demi kesejahteraan masyarakat,” tutupnya.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan peninjauan berbagai program unggulan Desa Bunutwetan, termasuk kebun pangan keluarga, stan UMKM binaan PKK, serta produk-produk ekonomi kreatif yang menjadi kebanggaan Kabupaten Malang. Kolaborasi tersebut diharapkan menjadi inspirasi bagi kedua daerah dalam memperkuat peran perempuan sebagai penggerak pembangunan keluarga dan masyarakat.(*)
Artikel Terkait
Warung Kopi, Lebih dari Sekadar Tempat Ngopi: Ruang Ekonomi, Silaturahmi, hingga Lahirnya Gagasan Besar
Dasco dan Cucun Audiensi dengan APKASI, Banyak Membahas Pembangunan Daerah
Viral Kepala BGN Cerita Banyak Makan Telur Ayam saat Kecil hingga Bisulan, Dokter: Sebenarnya Makanan Padat Gizi
Kunjungi Bawaslu Bulukumba, Finalis Duta Wisata Deklarasikan Gerakan Duta Wisata Peduli Demokrasi
Rehabilitasi Puskesmas Balibo Segera Dimulai, Dua Lantai dengan Konsep Layanan Terintegrasi
BGN Larang Dapur MBG Gunakan LPG 3 Kg, Minyakita dan Beras SPHP, Pelanggar Terancam Ditutup
Ketua Dekranasda Bulukumba Buka Pelatihan Peningkatan Produktivitas bagi Pelaku Industri Kecil