Sulawesinetwork.com – Menjelang bulan suci Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah/2026 Masehi, Tim Satgas Pangan Kabupaten Bulukumba bergerak cepat memastikan stabilitas harga kebutuhan pokok.
Pada Selasa (24/2/2026), tim gabungan melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Rakyat Cekkeng guna mengantisipasi penimbunan dan lonjakan harga yang tak wajar.
Langkah ini merupakan tindak lanjut langsung dari instruksi Presiden RI untuk mengendalikan inflasi serta menjamin ketersediaan pasokan pangan di seluruh daerah.
Operasi pengawasan ini dipimpin langsung oleh Kasat Reskrim Polres Bulukumba, Iptu Muhammad Ali, S.Sos, didampingi Kanit Tipidter Ipda Irfan Mulya Prasetya.
Tim kepolisian tidak bergerak sendiri, mereka menggandeng pihak Bulog Bulukumba, Dinas Perdagangan, serta Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bulukumba.
Tujuan utamanya adalah mengoptimalkan pengawasan terhadap potensi pelanggaran harga dan memastikan para pedagang menjual bahan pokok sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) dan Harga Acuan Pemerintah (HAP).
Baca Juga: Safari Ramadan Sinjai 2026: Wabup Andi Mahyanto Mazda Serap Aspirasi di Masjid Darul Mawaddah
Berdasarkan pengecekan langsung terhadap stok dan kualitas di lapangan, berikut adalah rincian harga beberapa komoditas utama:
- Beras: Untuk jenis Premium dijual seharga Rp14.400/liter, jenis Medium Rp13.200/liter, dan Beras SPHP dari Bulog dipatok Rp12.000/liter.
- Minyak Goreng & Gula: Minyak Goreng Kita berada di harga Rp15.700/liter, sementara Gula Pasir dijual Rp15.000/kg.
- Bahan Dapur: Bawang Merah dibanderol Rp30.000/kg, Bawang Putih Rp35.000/kg, dan Telur Ayam Ras seharga Rp51.000/rak.
- Komoditas Cabai: Cabai Merah Besar Rp15.000/kg dan Cabai Merah Keriting Rp20.000/kg.
Secara umum, stok bahan pokok di Bulukumba dinyatakan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga Lebaran nanti.
Namun, tim menemukan adanya lonjakan harga pada komoditas Cabai Rawit Merah yang menyentuh angka Rp65.000/kg.
Kenaikan ini disinyalir dipengaruhi oleh faktor cuaca yang tidak menentu, sehingga berdampak pada hasil panen petani yang tidak maksimal.