“Wakil Gubernur sangat cerdas menangkap momentum dengan mempertemukan seluruh stakeholder. Tidak lama lagi kita masuk Ramadan, yang biasanya terjadi lonjakan anak jalanan. Ini menjadi alarm bagi kita semua untuk melakukan langkah preventif dan penanganan yang lebih manusiawi,” ujar Abdul Malik Faisal.
Ia menegaskan, ke depan penanganan akan dilakukan dengan pendekatan humanis, mulai dari identifikasi kantong kemiskinan, pemenuhan kebutuhan dasar anak dan keluarga, hingga fasilitasi aktivitas yang lebih aman selama Ramadan.
Baca Juga: Bangun Sinergitas Kamtibmas, Polres Bulukumba Gelar Apel Bersama Komunitas Ojol
“Anak-anak ini hadir di jalan bukan karena kesalahan mereka, tapi karena keterpaksaan. Maka pendekatan kita harus manusiawi, menyentuh orang tuanya, dan membuka akses penghidupan yang lebih layak,” tambahnya.
Dari perspektif anak, Ketua Forum Anak Sulawesi Selatan, Andi Azizah Tenri Wello, menyoroti tingginya angka anak putus sekolah dan anak tidak sekolah yang dipicu oleh keterbatasan akses pendidikan serta lemahnya dukungan keluarga.
Ia menyebutkan bahwa meskipun pendidikan bersifat gratis, masih terdapat biaya tidak langsung yang memberatkan anak dan orang tua, seperti kebutuhan transportasi dan kegiatan sekolah.
“Pendidikan memang gratis, tapi masih ada pembiayaan lain yang tidak semua keluarga mampu. Selain itu, dukungan orang tua dan ketepatan sasaran bantuan pendidikan juga menjadi tantangan besar,” ungkapnya.
Diskusi tersebut diharapkan menjadi langkah awal untuk membangun kesepahaman lintas sektor dan melahirkan kebijakan serta aksi nyata yang lebih berpihak pada perlindungan anak dan kelompok rentan di Sulawesi Selatan. (*)
Artikel Terkait
Bupati Bantaeng Lantik Tiga Pejabat Administrator di Lingkup Pemkab Bantaeng
Bupati Sinjai Tegaskan Perencanaan Pembangunan Harus Tepat Sasaran di Musrenbang Bulupoddo
Sepekan Ops Keselamatan Pallawa 2026, Polres Bulukumba Intensifkan Edukasi dan Sosialisasi
Sat Lantas Polres Bulukumba Gelar Bakti Sosial di Tengah Ops Keselamatan Pallawa 2026
Bupati Bulukumba: TMMD Bukan Sekadar Bangun Jalan, Tapi Bangun Masa Depan Desa
BPJS Kesehatan Diklaim Bukan Badan Usaha untuk Cari Profit, Dirut Ungkap Beda Aliran Dana bagi Warga Miskin vs Kaya
Gubernur Sulsel Groundbreaking Preservasi Jalan MYP Paket 2 Senilai Rp274 Miliar di Takalar