Salah satu hasil inovasi yang dipanen adalah jagung hasil riset yang telah melalui proses penelitian dalam jangka waktu panjang dan diberi nama Jagung JAGO.
“Benih ini memiliki kualitas unggul dan akan dikembangkan di Kabupaten Bantaeng. Ini menjadi role model bagi daerah lain di Sulawesi Selatan bahwa hasil riset dapat dikembangkan dan berdampak pada pendapatan daerah, dan meningkatkan kesejahteraan petani,” ungkapnya.
Baca Juga: Pemprov Sulsel Pacu Penanganan Tujuh Ruas Jalan Strategis di Luwu Raya
Kegiatan ditutup dengan panen perdana penangkaran padi genjah dan jagung oleh Bupati Bantaeng bersama jajaran Forkopimda Bantaeng atau yang mewakili.
Acara tersebut turut dihadiri, Wakapolres Bantaeng, Kompol Andi Ikbal mewakili Kapolres Bantaeng, Kasi Tindak Pidana khusus Dr.Andri Zulfikar mewakili Kajari Bantaeng, Pasi Terdim 1410/Bantaeng Lettu Inf.Harpil mewakili Dandim 1410/Bantaeng, Camat Bantaeng Andi Andri pawiloi, Lurah lembang Dedi Anshari, Dekan Fakultas Pertanian Universitas Hasanuddin Makassar, Penyuluh Pertanian lingkup Dinas Pertanian Bantaeng serta para kelompok tani Kabupaten Bantaeng. (*)
Artikel Terkait
BLK Sinjai Luncurkan Program Pelatihan Berbasis Kompetensi Tahun 2026
BPK Serahkan LHP Kinerja Bank Sulselbar kepada Pemprov Sulsel
Sekda Sulsel Tekankan Kepatuhan Aturan dalam Wacana Pemekaran Luwu Raya
Pembangunan Sekolah Rakyat Sinjai Capai 10 Persen, Bupati Ratnawati Target Rampung Juli 2026
KPA Sinjai Gelar Skrining HIV Gratis bagi Nelayan, Wabup Tekankan Pentingnya Pencegahan dan Hapus Stigma
Gunya Paramasukhaputri Lantik 16 Ketua TP PKK Kecamatan dan Kelurahan se-Kabupaten Bantaeng
Pemkab Sinjai Jajaki Teknologi Hidrotermal untuk Pengelolaan Sampah Berkelanjutan