Sulawesinetwork.com - Sebagian publik di media sosial, tengah ramai menyoroti insiden kecelakaan yang melibatkan mobil oknum polisi dengan pemotor di kawasan lampu merah Bone, Sulawesi Selatan (Sulsel).
Dalam insiden ini, dilaporkan balita berinisial GN (4) meninggal dunia usai sempat kritis akibat terseret beberapa meter saat kecelakaan terjadi.
Saat itu, korban dibonceng menggunakan sepeda motor Honda Scoopy, bersama ibunya Hermiati (45) dan dikendarai oleh kakaknya, Masrur (19).
Hal yang menyayat hati, beredar detik-detik kecelakaan yang menimpa pemotor asal Bone tersebut, disertai dengan jerit histeris sang kakak korban.
"Tolong semuanya tolong!" jerit Masrur dalam video yang dibagikan ulang akun Instagram @fakta.indo, pada Jumat, 7 Agustus 2026.
"Ayo bantu angkat, langsung bawa ke rumah sakit," ujar salah seorang warga di lokasi kejadian.
Baca Juga: AKBP Stephanus Ganti Kasat hingga Kapolsek, Tekankan Kerja Profesional untuk Masyarakat
Lantas, bagaimana sebenarnya kronologi insiden memilukan di kawasan lampu merah Bone, Sulsel ini bermula? Berikut ulasannya.
Berniat Nonton Pawai, Berujung Duka
Masrur yang merupakan kakak korban mengungkapkan, sebelumnya dirinya berniat untuk menonton pawai kemerdekaan di wilayah setempat.
Baca Juga: Dua Pria Diamankan Satresnarkoba Polres Bulukumba, ASN Turut Terseret Kasus Dugaan Sabu
Kendati demikian, Masrur yang mengendarai motor tersebut tak menyangka mobil di belakangnya melaju cukup kencang sehingga membuatnya beserta ibu dan adik balitanya terpental hingga terseret di kawasan lampu merah.
"Saya mau ke Lapmer nonton pawai kemerdekaan tapi di lampu merah saya ditabrak sama mobil dari arah belakang," ujar kakak korban.