Sulawesinetwork.com - Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Bulukumba berhasil mengungkap peredaran tembakau sintetis (sinte) di wilayahnya.
Seorang pria berinisial AR (30) ditangkap di rumahnya di Kelurahan Caile pada Senin (4/8/2025) dini hari.
Penangkapan ini bermula dari laporan masyarakat mengenai transaksi narkotika melalui Instagram.
Tim Opsnal Satresnarkoba segera melakukan penyelidikan dan berhasil mengidentifikasi akun yang digunakan pelaku.
Baca Juga: 72 Calon Paskibraka Bulukumba Masuk Karantina, Tiga Orang Wakili Provinsi
Saat digerebek, AR sedang mencampur tembakau dengan cairan sintetis dan membungkusnya dalam paket-paket kecil.
Polisi mengamankan AR tanpa perlawanan, beserta barang bukti berupa 33 saset sinte yang akan dijual seharga Rp100.000 per paket.
Menurut Kasat Narkoba Polres Bulukumba AKP Akhmad Risal, pelaku telah beroperasi sejak Mei 2025. Ia memasarkan sinte melalui Instagram dengan target utama remaja.
Baca Juga: Titiek Soeharto Dukung Langkah Tegas Pemerintah Tindak Pengoplos Beras
Sistem transaksi yang digunakan adalah "metode tempel," di mana paket diletakkan di lokasi yang disepakati untuk menghindari deteksi polisi.
Atas perbuatannya, AR dijerat dengan Pasal 114 ayat (2) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman minimal 6 tahun penjara.
Polres Bulukumba juga mengimbau masyarakat untuk mewaspadai bahaya tembakau sintetis, yang dapat menyebabkan kerusakan sistem saraf, gangguan kardiovaskular, masalah mental, penurunan imun tubuh, hingga kerusakan gigi dan mulut.(*)
Artikel Terkait
Presiden Prabowo Terima Medali Kehormatan dari Komando Operasi Khusus AS
Berkat Perhatian Prabowo, Chelsea Pengidap Kelainan Tulang Langka Kini Bersekolah di SD Negeri
Tanam 5.000 Bibit Mangrove, Bupati Bantaeng Apresiasi Dedikasi KKN Unhas
Dukung Ketahanan Pangan dan Pendidikan, Bupati Barru Serahkan Bantuan APBN 2025
Dukung UMKM Lokal, Bupati Sinjai Tinjau Lapak dan Ajak Masyarakat Beli Produk Setempat
Tahap Awal, 3.500 ASN dari 16 Kementerian/Lembaga Siap Pindah ke IKN
Tom Lembong Laporkan Tiga Hakim ke Mahkamah Agung